film

Adegan Kematian Paling Seksi

stoned-ghostfase-1435246512

Adegan kematian untuk sebagian orang merupakan babak yang paling ‘mengganggu’ dari sebuah film. Tidak heran, ada kalanya adegan kematian dilewati dengan mata tertutup selama durasi berlangsung. Tapi, di balik adegan mengerikan tersebut terselip refleksi keindahan.

Siapkan tensi Anda, karena daftar yang saya buat ini menghadirkan beberapa adegan kematian yang mengasyikan untuk ditonton berdasarkan kolaborasi dua elemen berbeda: sensualitas dan kematian. Jadi, jangan biarkan kedua tangan menghalangi mata Anda dalam menikmati adegan-adegan ini. (more…)

My Bloody Valentine 3D, Teknologi Real-ID 3D Membuatnya Lebih Mencekam

maxresdefault

Kekerasan, ketegangan, dan nudity adalah sebuah intisari atau pakem yang dianggap penting dalam sebuah film suspence thriller di lini horor. Ketika pakem ini mulai dikemas dalam layar bioskop berteknologi tiga dimensi (3D), apa yang terjadi? sudah tentu film semakin mencekam. Begitulah yang saya rasakan ketika menonton film My Bloody Valentine 3D kemarin malam.

Sebagai pecinta film horor, menonton dalam format 3D tentu menambah kenikmatan tersendiri. Apalagi format 3D yang disajikan sangat jauh berbeda ketika ketika teknologi ini pernah booming di awal tahun 90an di kancah pertelevisian lokal. Kacamata yang digunakan bukan kacamata plastik warna merah-biru yang rapuh, melainkan kacamata dengan frame ala geek yang sedang dicemari tren masa kini.

Film My Bloody Valentine 3D disebut-sebut sebagai film horor pertama yang mengadopsi teknologi 3D, setelah sebelumnya format yang sama dibesut oleh film-film animasi. Di putar di 3D Blitz Megaplex yang menghadirkan film dengan teknologi RealID–kabarnya yang pertama di Asia Tenggara–sudah tentu tampilan 3D lebih canggih dibandingkan dengan 3D versi salah satu layar televisi tempo dulu.
(more…)

The Cottage: Tertawalah di Atas Darah

the-cottage-poster-largeSebenarnya film ini pernah saya tonton tahun lalu ketika hajat ScreamFestIndo 2008 digelar. Nah, berhubung ternyata film ini kembali diputar di jaringan bioskop Blitz. Tidak ada salahnya saya publikasikan kesan saya terhadap film horror asal Inggris ini.

Film horror? Eit, sebaiknya jangan terlalu antipati dulu. Meskipun di tengah cerita film ini bakal mengobrak-abrik andrenaline, justru keistimewaan film ini terletak dari sisi humor kelamnya.

Opening credit dan music score dari film ini sungguh di luar kebiasaan. Lupakan alunan mistik dan gelap string-section orchestra yang mencabik-cabik durasi. Di film ini, justru komposisi musik mengalun bagaikan arena sirkus atau carnaval. Sungguh riang dan lucu.

(more…)

Australia: Ketika Durasi Panjang Menjadi Bumerang

australiaposter1Sejak film Titanic memborong piala Oscar pada Academy Award tahun 1997,  seperti ada sebuah pakem baru di kancah penghargaan perfilman internasional. Hampir semua film yang berlaga di  ajang Golden Globe, Palm D’or, maupun Academy Award kebanyakan adalah film berdurasi lebih dari 2 jam.  Tapi tidak sedikit pula film berdurasi panjang hanya cukup puas menembus box office atau malah jeblok di pasaran.

Durasi yang panjang memang memungkinkan pembuat film lebih bebas berkreasi membangun sebuah alur cerita. Namun tidak sedikit pula yang lupa akan konsistensi. Kecerobohan dari para pembuat film dengan durasi panjang kebanyakan lebih kepada cerita yang bertele-tele, konflik yang dipaksakan, dan hilang fokus pengakhiran cerita.  Contoh teranyarnya ada di film Australia, yang dibintangi Nicole  Kidman (Lady Sarah Ashley) dan Hugh Jackman (Drover).

(more…)

Menikmati Wiken, Satu Hari Lima Film

quarantine-5207b00fdfe2e

Sabtu ini benar-benar hari istirahat terbaik yang pernah saya dapatkan dalam beberapa bulan belakangan. Maklum, biasanya setiap wiken hampir tidak pernah sepi dari macam-macam urusan, mulai dari pekerjaan yang mesti diselesaikan, kondangan, hingga membantu urusan teman. Tetapi tidak dengan sabtu ini. Saya hampir tidak ada pekerjaan yang mesti dikerjakan, tidak ada janjian dengan teman, dan tidak ada jadwal kondangan. Jadi saya puaskan diri saya untuk tidur-tiduran dan tentunya melaksanakan hobi saya: nonton film.

(more…)

The Day The Earth Stood Still: Bikin Kapok Nonton Film Remake!

daytheearthstoodstillposter1When remake goes bad!! Begitulah sekiranya gambaran betapa film ini merusak ekspetasi saya akan sebuah film bergenre sci-fi sekelas Independence Day yang tidak pernah bosan untuk ditonton berkali-kali.

The Day The Earth Stood Still (TDTESS) tampaknya melengkapi pengalaman saya sebagai yang “tertipu” dari sebuah film sci-fi remake seperti War of The World, dimana nama besar Steven Spielberg sebagai sutradara dan Tom Cruise sebagai aktor utamanmya, tidak mampu membuat film tersebut menarik bagi yang berakal sehat.

Begitupun The Day The Earth Stood Still. Sekalipun penonton “diiming-imingi” penampilan Keanu Reeves, film ini tidak berdaya di alur cerita. Untuk 30 menit pertama memang saya terpana, selebihnya saya lebih suka menyelonjorkan badan di kursi bioskop sambil berharap plot cerita berkembang lebih baik. Nyatanya, hingga akhir dari 30 pertama itu, film ini sangat membosankan.

(more…)

Screamfest O8, Tak Gentar Melawan Hujan Demi Film Horor

the-cottage-david-legeno1

Tadi pagi, bangun tidur saya merasa pegal-pegal. Mungkin ini efek dari gejala flu yang untungnya langsung ketangkal berkat vitamin C 500 mg yang saya minum sebelum dan sesudah tidur. Percaya deh, buat penyakit-penyakit ringan seperti ini saya lebih yakin dengan sebutir kapsul vitamin daripada obat warung.

(more…)

Rob Zombie Mengacaukan Halloween?

Rob Zombie memang eksentrik. Saking eksentriknya semua film besutan performer band cadas White Zombie ini memadukan seksualitas dalam gelimangan darah. Sadomasochist? Entahlah. Yang jelas di setiap film Zombie, sebut saja “House of 1000 Corps” dan “The Devil’s Rejects”, semua perempuan adalah objek pembunuhan yang mengasyikan dan menggairahkan: hampir semua yang terbunuh dalam keadaan bugil. (more…)

Remake Halloween is Coming! Persiapkan Kengerianmu

Sedap dah…akhirnya reboot film Halloween udah diputer di bioskop. Gilingan, setahun saya nunggu nih film diputer disini. Akankah reboot a la Rob Zombie ini bakal lebih bagus dibandingkan versi orginalnya (John Carpenter/1978)? (more…)

P2: Teror Berdarah di Gedung Parkir

LOL

her boobs so entertaining :LOL

Membangun ketegangan dalam sebuah film gak perlu dalam bentuk setting yang rumit dan bombastis. Salah satu contohnya di film ini. Mengambil setting sebuah lahan parkir di dalam gedung perkantoran sungguhan di Toronto, Kanada, P2 benar2 sebuah thriller yg mampu membangun ketegangan.

(more…)