banjir

Catatan Banjir yang Sempat Dicatat

image

Sehobi-hobinya orang dengan olahraga renang, pasti tidak akan rela dengan yang namanya kebanjiran. Tapi, yang namanya warga ibukota, sepertinya musibah musiman ini harus terpaksa dinikmati. Begitupun dengan hari ini, di mana banjir sukses membuat daratan Jakarta bagaikan wahana waterboom terbesar di dunia. Ini catatan banjir saya….
(more…)

Screamfest O8, Tak Gentar Melawan Hujan Demi Film Horor

the-cottage-david-legeno1

Tadi pagi, bangun tidur saya merasa pegal-pegal. Mungkin ini efek dari gejala flu yang untungnya langsung ketangkal berkat vitamin C 500 mg yang saya minum sebelum dan sesudah tidur. Percaya deh, buat penyakit-penyakit ringan seperti ini saya lebih yakin dengan sebutir kapsul vitamin daripada obat warung.

(more…)

Antara Bencana (Banjir) dan Bergaya…

 Berikut ini ada foto-foto suasana banjir di sekitar rumah saya. Untungnya saya mempunyai stok foto banjir tahun lalu. Jadi setidaknya kita bisa membandingkan, apakah banjir tahun lalu separah banjir edisi 1 februari tahun ini. Atau malah sebaliknya. Tapi, sesusah-susahnya bencana banjir, setidaknya masyarakat kita memang pandai menebar senyum. Lihat saja beberapa foto anggota keluarga saya dan para tetangga.p1010441.jpg

100_2602.jpg

Kalo saja, Bung Ical melihat foto ini, mungkin saja dijadikan dalih pembenaran atas statementnya yang paling menyakitkan tahun lalu, yang kira-kira seperti ini: “Siapa bilang rakyat kesusahan di saat banjir? Orang saya lihat di tivi malah pada tertawa-tawa kok”

Waduh, memalukan banget ya, mengingat doi menjabat sebagai Menteri Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat….dan orang terkaya di Indonesia. Jangan kan korban banjir dia peduli, korban lumpur di Sidoardjo yang diakibatkan dari perusahaannya—Lapindo–saja seolah tak berdaya. Jadi, selamat datang deh di Planet Miring….

Banjir Lagi, Banjir Lagi…

  1.                       100_2564.jpg

Sungguh memalukan memang, jika Jakarta yang notabene disebut sebagai Kota Metropolitan masih mengalami bencana banjir. Ironisnya, bencana ini menjadi langganan tiap tahun setiap musim hujan melanda. Warga Jakarta juga seolah dipaksa untuk menerima bencana ini dengan lapang dada. Mengungsi, meratap, dan mengiba seolah sudah menjadi kebiasaan tahunan.

100_2597.jpg

Begitupun dengan lingkungan di rumah saya tinggal, tidak pernah luput dari ancaman banjir. Entahlah, setidaknya banjir sudah rutin datang dan pergi sekitar 20 tahun yang lalu : dari yang terendah hanya semata kaki di dalam rumah, hingga mencapai pinggang orang dewasa. Sepertinya berenang dalam banjir dan menggotong barang-barang untuk dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi sepertinya sudah menjadi olahraga khas banjir.

Mungkin bukan hanya saya dan keluarga, tetapi juga jutaan orang di tanah Jakarta. Mengingat potensi banjir sekarang ini sanggup merendam lebih dari 80 persen wilayah Jakarta. Yang lebih memalukan, Istana Negara pun sekarang tak luput dari banjir. Jika singgasana presiden yang letaknya sekitar 3 km dari tempat saya tinggal saja terendam hingga di atas mata kaki, gmana dengan rumah saya. Wah….

Janji-janji surga Gubernur baru yang ingin membenahi masalah ini pun juga saya rasa tinggal janji. Tapi memang tidak sepenuhnya Bang Kumis bersalah. Wong dia baru menjabat gubernur baru beberapa bulan kok. Gak mungkin kan mengatasi masalah yang udah mengakar ini dalam hitungan bulan. Yang patut disalahkan ya siapa lagi kalo bukan Si Babeh yang pernah menjabat sebelumnya.

Tapi masalah salah siapa ya mungkin tidak akan habisnya. Mengingat bangsa ini kehabisan stok pejabat yang gentle untuk mengakui kesalahannya. Kalo berkelit dari salah mah ya memang jagonya hehehe….