Krispy kreme

Efek Perang Narkoba yang Berdarah-darah, Donat Krispy Kreme Sekarang Dijual di Pasar Gelap

Beberapa tahun terakhir, di perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko, tepatnya di Kota Juarez menjadi tempat paling berbahaya di dunia karena menjadi sering menjadi tempat beroperasinya kartel narkoba yang sarat dengan kekerasan. Tapi ketika kota ini lebih aman, ada sesuatu yang bikin kecanduan dan tidak bisa dijual bebas seperti halnya narkoba: donat!

Tidak disangka-sangka, orang Meksiko khususnya Juarez sangat tergila-gila dengan donat manis Krispy Kreme. Sayangnya, perusahaan Amerika yang telah hadir di negara tersebut sejak tahun 2004, akhirnya memilih hengkang dari Juarez karena adanya aksi perang narkoba.

Nah, karena telanjur kecanduan dengan donut Krispy Kreme, mau tidak mau orang Meksiko berusaha mendapatkannya dengan berbagai cara, termasuk membelinya di pasar gelap. Untungnya, ada sebagian warga lokal yang menganggap ditutupnya gerai donut tersebut sebagai peluang bisnis. Mereka sengaja pergi ke El Paso, Texas, dengan menggunakan visa untuk membeli puluhan kotak donat dan membawanya ke Meksiko untuk dijual.

Fenomena ini sempat ditulis oleh LA Times dengan tajuk “Krispy Kreme Familia”. Salah satu narasumber yang bernama Sonia Garcia mengaku kepada surat kabar tersebut bahwa salah satu anaknya pergi ke El Paso beberapa kali dalam seminggu untuk membeli sekitar 40 kotak donut yang seharga US$ 5 untuk tiap kotaknya.

Ketika kembali ke Juarez, anak Sonia menjual donut tersebut di dua lokasi yang berbeda dengan harga US$ 8. Meskipun harga jualnya 60% lebih mahal dari harga asli, ternyata warga setempat tidak mempermasalahkan.

Saat ini Facebook fanpage Krispy Kreme Familia sangat populer di Meksiko, di mana setiap harinya terpampang berbagai jenis donat yang tersedia dan siap untuk dijual. Tidak cuma beli langsung di dua lokasi yang sudah ditentukan, pelanggan juga bisa memesannya secara online dan dikirim ke rumah.

krispy kreme donut

Sonia Garcia dan ‘toko’ Krispy Kreme miliknya (foto: Katie Falkenberg / Los Angeles Times)

Sonia menjalankan bisnisnya hanya dari mobil sedan miliknya dengan membawa banner bertuliskan “Krispy Kerem Donas” sebagai merek dagangnya. Setiap hari terlihat orang-orang rela mengantri panjang untuk mendapatkan donat yang dijual. Saking laris manisnya, donat tersebut bisa ludes dalam tempo beberapa jam saja.

Entahlah, kenapa donut Krispy Kreme bisa begitu digilai warga Juarez. Malah, sebagian dari mereka tidak menyadarinya. “Saya sering datang ke sini untuk membeli donat. Ya, sekitar dua atau tiga kali seminggu,” ujar Juanita Gabriela Gaytan, ketika ditanya LA Times.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s