Awas, Kanker Tenggorokan Bisa Timbul Karena Oral Seks!

oral-sex

foto: edgecast.com

Banyak mitos yang bertebaran tentang dunia seks, salah satunya mengenai keamanan dari oral seks. Tidak sedikit yang meyakini jika oral seks merupakan aktivitas seks paling aman karena tidak bisa membuat wanita hamil. Benarkah oral seks seaman itu?

Bahaya oral seks beberapa waktu ini menjadi perhatian dunia setelah aktor Michael Douglas diklaim terkena penyakit kanker tenggorokan akibat aktivitas seksual tersebut. Meskipun Michael menampik dirinya terkena penyakit itu akibat oral seks, bukan berarti kita tidak peduli dengan bahayanya bukan?

Dari artikel kesehatan yang diterbitkan BBC, Selasa (4/6/2013), human papillomavirus (HPV) adalah virus yang mampu menimbulkan resiko kanker tenggorokan, di mana menjadi penyebab kutil pada kelamin. Di Inggris, virus ini merupakan paling umum kedua penyakit seks menular setelah virus chlamydia.

Dalam kebanyakan kasus, infeksi HPV genital tidak menimbulkan gejala nyata dan bisa hilang dengan sendirinya tanpa menyebabkan masalah. Padahal, HPV memiliki lebih dari 100 strain yang berbeda di mana beberapa di antaranya dapat memicu kanker.

Kebanyakan kasus kutil kelamin yang disebabkan HPV merupakan tipe ‘rendah resiko’ 6 dan 11 yang berarti tidak menimbulkan resiko kanker signifikan. Adapun jenis resiko tertinggi adalah HPV 16 dan 18 yang dapat menyebabkan kanker serviks pada wanita.

Infeksi HPV resiko tinggi juga terkait dengan penyakit kanker lain seperti pada penis, vulva, vagina, anus, mulut, dan tenggorokan. Kutil kelamin juga bisa terlihat di bagian lain seperti tangan dan kaki.

Meskipun HPV disebut-sebut sebagai penyebab kanker tenggorokan, merokok dan alkohol tetap yang paling beresiko. Seperti yang diutarakan oleh Prof Robin Weiss, seorang ahli Viral Oncology di Universitas College London,

“Kanker jenis ini relatif jarang terjadi pada populasi orang dewasa di mana oral seks belum menjadi sesuatu yang umum. Saat ini banyak orang membawa virus di tenggorokan yang tidak benar-benar mengembangkan kanker,” ujarnya.

Untuk menghindari HPV, kondom memang tidak memberikan perlindungan yang lengkap. Tetapi masih dianjurkan untuk meminimalkan resiko infeksi.

Bagi mereka yang berhubungan seks pada usia muda dan sering bergonta-ganti pasangan, tentunya akan lebih memiliki resiko. Terutama jika melakukannya tanpa metode kontrasepsi penghalang seperti kondom.

Untuk saat ini, terdapat vaksin yang bisa melindungi diri dari HPV, tetapi harus diberikan sebelum terinfeksi. Adapun vaksin tersebut adalah Certarix yang menangkal HPV tipe 16 dan 18, serta Gardasil untuk perlindungan terhadap HPV 6 dan 11, maupun 16 dan 18.

Bagi mereka yang terlanjur terinfeksi memang tidak akan menunjukkan tanda-tanda nyata. Namun, pada akhirnya bisa terlihat dengan munculnya kutil kelamin. Misalnya, pada wanita kutil terjadi di bagian dalam dan luar vagina, leher rahim atau sekitar anus. Sementara pada pria kutil kelamin terdapat di ujung atau batang penis, serta sekitar anus.

Dengan adanya bahaya HPV yang disebabkan oleh seks, sepertinya kita memang sudah harus lebih bijaksana dalam melakukan hubungan seks. Terutama dengan aktivitas seks yang dinilai beresiko tinggi. Lebih baik berhati-hati sejak dini dari pada terjebak kenikmatan yang berbahaya, kan?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s