Yuk, Kenali Manfaat dari Teh Oolong yang Dianggap Lebih Hebat dari Teh Hijah

oolong-tea

foto: rivertea.com

Jika dulu saya cuma mengenal teh hitam dan teh hijau, ternyata sekarang sudah ada varian teh yang lagi digandrungi penggemar teh. Namanya teh oolong. Ingat ya, bukan tolong tapi oolong. 

Memang sih jika dibandingkan jenis teh lainnya, teh oolong atau biasa disebut oolong tea masih terbilang awam. Padahal dari sisi manfaat, teh yang pertama kali dikenal pada zaman Dinasti Tang (618-907), di daerah Belyun, Fujian, China, ini memiliki manfaat yang tak kalah dengan teh lainnya.

Nah, untuk mempopulerkan manfaat dari teh oolong, Suntory Garuda Beverage menggelar acara “A Guilt Free Session with Oolong Tea” pada Rabu (15/5/2013) lalu di Jakarta dengan narasumber Emilia E. Achmadi, ahli gizi dan Ratna Somantri, salah satu ahli teh di Indonesia dan pendiri Komunitas Pecinta Teh. Sebagai pecinta teh, tentu saja momen ini nggak saya lewatkan begitu aja. Langsung deh saya cari tahu mengenai jejak rekam dari teh yang katanya bisa membuat tubuh lebih kurus ini.

Jika diruntut dari jenisnya, baik antara teh hitam, teh hijau, teh putih, dan teh oolong itu berasal dari pohon yang sama, yakni Camilia Sinensis. Yang membedakannya justru pada proses produksinya, di mana teh hijau tidak mengalami oksidasi, teh hitam mengalami 100% proses oksidasi, dan teh oolong hanya sebagian mengalami proses tersebut atau semi-oxydized.

Teh oolong umumnya diproduksi di Taiwan dan Cina bagian Selatan. Dalam memproduksinya, daun teh dilayukan dengan cara dijemur atau diangin-anginkan, kemudian diayak untuk mengoyak daun tehnya agar bisa teroksidasi sampai pada tingkat yang diinginkan.

Selanjutnya, teh dikeringkan untuk menghentikan oksidasi dan masuk ke proses rolling untuk menekan daun teh agar mengeluarkan aroma khasnya. Setelah dibentuk dalam gumpalan atau daun yang terpilin, teh kemudian masuk proses pengeringan agar tidak ada lagi oksidasi. Lama proses oksidasi biasanya tergantung dari pembuatnya untuk menghasilkan jenis teh oolong yang berbeda-beda.

Dari proses oksidasi teh olong yang berbeda-beda itu, maka akan dihasilkan berbagai jenis yang memiliki aroma dan rasa berbeda, seperti Tie Kuan Yin, Monkey Picked Oolong, Wuyi Olong, DanChong, Oriental Beauty, dan Taiwan Oolong.

“Perbedaan proses oksidasi dari teh oolong membuatnya memiliki rasa dan aroma yang khas. Teh ini sebenarnya telah dikenal lebih dari 1.000 tahun yang lalu, namun sayangnya belum sepopuler teh lainnya,” ujar Ratna.

Kemudian, menurut Emilia, teh oolong merupakan teh yang sangat spesial karena manfaatnya mampu menyeimbangkan gaya hidup seseorang untuk menjadi lebih sehat, terutama bagi kaum urban yang rentan dengan stres, pola makan buruk, polusi, dan kurang tidur.

“Saya pertama kali diperkenalkan teh ini oleh nenek saya ketika masih muda dan saya merasakan manfaatnya secara langsung. Yang disayangkan, teh ini masih belum banyak yang tahu jenis dan manfaatnya,” ujarnya.

Emilia menambahkan, secara ilmiah, teh oolong bisa menenangkan syaraf yang tegang, meningkatkan metabolisme, menghambat emulsifikasi lemak penyebab obesitas, menyehatkan pencernaan, meningkatkan metabolisme, dan sebagai antioksidan yang berguna bagi kulit.

“Yang perlu saya ingatkan, teh itu bukan penyembuh dari penyakit, tetapi bisa membantu tujuan orang untuk mencapai kesehatan sejati. Jadi sebaiknya dikonsumsi secara seimbang dan tidak berlebih. Cukup 2-3 cangkir per hari diimbangi dengan minum air putih,” pungkasnya.

Memang sih setelah saya coba, ternyata teh oolong itu memiliki rasa sedikit lebih sepat dan kesat di lidah. Sifat kesat ini diyakini sanggup membawa lemak yang menempel di dinding-dinding usus tubuh. Jadi buat mereka yang ingin fokus menjaga berat badan, kayaknya teh ini bisa jadi pengganti teh hijau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s