Menikmati Wiken, Satu Hari Lima Film

quarantine-5207b00fdfe2e

Sabtu ini benar-benar hari istirahat terbaik yang pernah saya dapatkan dalam beberapa bulan belakangan. Maklum, biasanya setiap wiken hampir tidak pernah sepi dari macam-macam urusan, mulai dari pekerjaan yang mesti diselesaikan, kondangan, hingga membantu urusan teman. Tetapi tidak dengan sabtu ini. Saya hampir tidak ada pekerjaan yang mesti dikerjakan, tidak ada janjian dengan teman, dan tidak ada jadwal kondangan. Jadi saya puaskan diri saya untuk tidur-tiduran dan tentunya melaksanakan hobi saya: nonton film.

Selapas bangun tidur setelah meminum 3 gelas air putih, saya tidak langsung sarapan. Saya langsung menatap monitor laptop yang ada di kamar. Bukan untuk bekerja atau nge-blog. Tetapi setel DVD Memento yang dipinjamkan teman saya, Ryan. Meski film ini agak berat, entah kenapa saya suka sekali menontonnya berulang-ulang. Menurut saya, Christoper Nolan memang tidak dapat dipungkiri kejeniusannya dalam meramu sebuah film yang kelam namun dieksekusi dengan cerita yang cerdas.

Setelah sarapan, saya beranjak naik ke ruang atas. Kali ini sasaran film berikutnya adalah 28 Days Later dan sikuelnya 28 Weeks Later yang keduanya tak lagi diputar di laptop, melainkan di DVD player yang ada di ruang tersebut.

Khusus untuk film kedua film ini, bisa saya bilang sebagai film zombie terbaik dengan terobosan dari sisi cerita maupun gambar. Saya pun tidak bosan menontonnya berulang kali. Percaya deh, film I am Legend yang diperankan Will Smith nyata-nyatanya jiplak ide dari 28 Days Later, tapi tidak lebih baik dari film ini. British movie memang mantaps!

Kenyang nonton DVD, saya pun bermalas-malasan di kasur (serasa di surga hehehe…). Ketika mata hampir terpejam, Ryan menelpon. Kali ini dia bertanya tentang film Quarantine yang sedang beredar di bioskop Jakarta. Saya jelaskan film tersebut merupaka remake dari film Spanyol Rec. Ujung-ujungnya saya nggak jadi tidur dan malah bergegas cabut ke Planet Hollywood.

Tak lama, Bambang nelp. *Sumpah deh, dua orang ini memang partner menonton yang asik, disamping Afrin :P….* Gak nyangka, ternyata dia juga pengen nonton Quarantine. Ya sudah saya ajak nonton bareng aja. Sayangnya, karena waktunya mepet banget baik saya maupun Ryan tidak ada yang sampai jauh-jauh waktu dari jadwal putar film 19.30. Mungkin, gara-gara ini pula Bambang akhirnya tidak jadi ikutan nonton.

Seperti biasa, sudah dipastikan malam minggu PH penuh. Begitupun tadi. Untungnya, meski telat 10 menit, saya mendapatkan seat yang cukup strategis:  baris ketiga dari belakang. Begonya, di dalam bioskop pakai acara salah duduk lagi. Untung gak jadi bahan sorakan. Bisa tengsin seumur hidup deh kalo sampe begini.

Setelah Quarantine bubar, rupanya Ryan ngerasa kurang pol banget. Secara doi bukan penggemar film bergenre horror. Pas kenyang makan Hokben, ide gila tercetus: nonton midnight. Waduh, bakal pulang pagi pastinya. Rencananya kita marathon nonton Madagascar 2. Sayangnya, ternyata film ini banyak peminatnya. Satu jam sebelum pemutaran, seat strategis udah ludes.

Pilihan paling mantap, apalagi kalo bukan Australia yang dibintangi tante Nicole? Parahnya film ini diputar pukul 23.55 berarti mendekati dini hari. Karena pesan tiket 2,5 jam sebelum pemutaran, mau gak mau kita putar otak gimana caranya membuang waktu. Pilihan tergeblek adalah nongkrong di SPBU Gatot Subroto, sambil minum-minum. Eits, bukan alkohol lho, tapi teh hijau sama jus apel dan ditemani satu pak Tango coklat. Kenyang ngobrol ngalor-ngidul, saya balik lagi ke bioskop dan berharap film segera diputar.

Seperti dugaan saya sebelumnya, Australia adalah film yang memakan banyak durasi. Hampir tiga jam. Stereotip film yang ingin menjebol bursa Academy Award. Wah, busuk banget hari sabtu saya didominasi nonton film. Tapi ini memang benar-benar rekreasi yang menyenangkan buat saya. Tiada dugem seindah nonton. Secara saya gak suka dugem beneran.

Huaah….sebenarnya saya ingin langsung posting review tentang kedua film yang barusan saya tonton. Tapi berhubung mata tidak mau kompromi, ya tampaknya saya memilih tidur. Apalagi sekarang sudah jam 05.30. Jadi sampai ketemu di posting selanjutnya……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s