Wartawan (Mendadak) Ngeband

Setelah melalui proses perekrutan seadanya, proyek band dadakan bertitel Warteg—singkatan dari Wartawan TeknoloGi–*maksa gak sih?*akhirnya jadi juga latihan.  Sesuai rapat singkat kemarin malam di sebuah foodcourt, dipilihlah jadwal dan tempat latihan malam ini di sebuah studio di bilangan Senopati. Ide awal pembentukan band ini sebenarnya datang dari Salma (Investor Daily)*gila lo, bu!* yang kebetulan in charge untuk acara Pesta Iptek yang akan digelar 9-10 Agustus nanti di Kantor Kementerian Ristek. Dia merasa belum komplit rasanya acara tersebut kalo teman-teman wartawan—khususnya di desk TI dan telko—tidak ikut berpartisipasi.

 

“Jangan mau kalah dong sama pakar-pakar TI,” ujarnya mengompori saya ketika menghadiri ultah Betty Alisjahbana di sebuah klub di Permata Hijau malam minggu kemarin. Pakar-pakar TI yang dimaksud Salma adalah Budi Rahardjo Cs yang membentuk BandIT, alias band IT, yang udah lama wara-wiri di pentas komunitas TI maupun umum.

Dari bincang-bincang itu akhirnya disepakatilah personil yang bakal mengawaki band ini, yaitu : Yuni (Gadget), Oni (Portable), dan Dika (Newsponsel) untuk posisi vocal; Renggo (Neraca) drum; Achoy (Investor Daily) gitar, Andri (Biskom) bass, dan saya untuk pemantik kibor. Dari nama-namanya memang saya udah mengenal malah cukup akrab. Tapi, jujur saja saya sama sekali tidak tahu musik favorit masing-masing. Maka udah dipastikan aliran atau genre bukanlah hal yang penting dalam band dadakan ini. Dibutuhkan kompromi yang tinggi dalam pemilihan lagu dan juga konsep pentas yang bakal ‘dijual’ tentunya.

 

Saya memang sudah hampir 10 tahun mengawaki sebuah band indie untuk posisi kibordis. Tapi sepertinya malam tadi saya merasa baru ngeband. Maklum, lagu-lagu yang dibawakan tergolong Top 40 ‘serius’, seperti I Will Survive (Cake);There She Goes (Sixpences Non The Richter); Irish (Go Go Dolls), sedangkan saya kebanyakan membawakan lagu rekaan sendiri. Kalaupun bawakan lagu orang, ya paling juga band-band indie yang minimalis. Bisa ditebak, saya tadi kebanyakan cuma ‘meraba-raba’ tuts kibor saja hehehe.

 

Sayangnya, tadi Yuni gak datang. Katanya sih ada rapat redaksi dadakan. Duh, padahal saya pengen banget lihat dia nyanyi, soalnya isu yang bilang dia “Ratu Karaoke”  cukup santer terdengar di kalangan wartawan. Salma gak bisa nyanyi sih, jadi dia lebih semangat manajerin kita-kita aja. Sementara Afrin yang ikutan Renggo Cuma bisa nonton aja*goyang dong, neng hehehe..*

 

Kondisi sound-system yang gak mumpuni, tentu mengacaukan mood. Beginilah kondisi latihan tadi malam. Akhirnya kita sepakat latihan ulang hari kamis di studio lain. Jam tetap disesuaikan dengan waktu kerja. Apalagi beberapa teman juga udah digeret deadline. Termasuk saya yang tidak bisa datang nanti karena besok harus liputan ke Batam. Mudah-mudahan proyek spontanitas ini bisa lancar. Sekarang udah hampir jam 3 pagi, saya langsung tidur deh. Soalnya besok pagi kejar pesawat. Mudah-mudahan Warteg sukses di pentas. Doakan aja…

 

 

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s