The Dark Knight: Nonton Lagi Ah

bdax36su2nbecapijz3l

Jika yakin suatu film yang ditonton akan bagus, sebaliknya siapkan tenaga untuk kunjungan berikutnya. Inilah sebuah perilaku yang kembali terulang, setelah satu tahun terakhir saya tidak menggelutinya. Maafkan saya, jika postingan ini membuat kamu bosan, karena isinya hampir sama dengan posting dua tema sebelumnya.

Apalagi sih? Ya, apalagi kalo bukan film The Dark Night (TDK). Setelah sempat berjuang untuk mendapatkan tiket premiere-nya bersama Ryan, saya putuskan kembali menonton film itu kemaren malam. Tapi, berhubung kemaren di FX kurang mendapat bangku strategis, akhirnya saya putuskan kembali mengajak salah satu teman saya untuk menontonnya tadi malam di Planet Hollywood. Itupun tanpa perjuangan yang berarti: on schedule jam 19.00, seat yang strategis, serta tanpa kemacetan yang berarti (bandingkan pengorbanan saya pertama kali nonton film ini. Maksudnya: baca posting saya sebelumnya hehehe…).

TDK memang film superhero paling yahud yang pernah saya tonton. Menonton film ini saya seolah mendapatkan ketentraman baru dari film superhero yang pernah ada. Film ini melengkapi daftar ‘kunjungan kembali ke bioskop’ saya, untuk berbagai film seperti Scream (trilogy), Urban Legend : Final Cut, SAW, House on Terror Track, Hell Raiser : Inferno, dan apa ya? Lupa!

Alasannya sih tidak sepele. Saya merasa TDK ini merupakan tolak balik dari sikuel Batman yang pernah ada, terutama Batman & Robin yang jeblok itu. Tangan dingin Christopher Nolan memang sanggup membuat image Batman terasa berbeda, hal ini mulai disadurnya dari Batman Begins yang merupakan debutnya dalam ‘seri’ Batman. Dia membuat TDK terasa lebih manusiawi namum kelam dengan menciptakan karakter jagoan dan pejahat yang eksentrik, alur cerita yang unpredictable, dan quote-quote yang bisa jadi ‘siraman rohani’ yang bisa mendorong kita untuk menjadi baik atau malah sebaliknya hehehe…*Mati Sebagai Pahlawan Lebih Baik Dibandingkan Berumur Panjang, Tapi Akan Menjadi Penjahat*

Dengan menonton film berulang, terkadang kita bisa mendapatkan bagian yang miss di saat kita nonton pertama kali. Begitu pun kali ini. Saya baru ngeh kalo ternyata selepas kematian Rachel Dawes, Bruce merasa terpukul karena tidak sempat memberi tahu Harvey Dent kalo Rachel akan menikahinya. Padahal, sebelum tewas diledakkan, Rachel justru mengaku kepada Harvey bahwa dia bersedia menjadi istrinya dan tidak bisa hidup tanpanya. Sebenarnya almarhumah*halah*sempat memberitahukan hal ini kepada Bruce lewat surat yang dititipkan kepada Alfred. Tapi, surat itu dibakar Alfred karena tidak ingin menyakiti perasaan Bruce, majikannya. Aih, kenapa bisa terlewatkan kan scene kayak gini? Payah nih…

Sebenarnya sih, saya tadinya ngajak Ryan—we are couple of freaks—nonton film ini, secara dia lebih ngerti karakter si Batman ini daripada orang lain yang kebanyakan mengganggap Batman itu ‘sekedar jagoan’. Tapi karena dia udah niat pengen lanjutin nonton DVD Smallville yang dipinjamkan temannya, ya apa boleh buat, dia akhirnya cuma nitip supaya saya nonton ending title-nya sampai habis. Biasanya, untuk beberapa film superhero, di bagian ini suka diselipkan adengan tambahan, seperti Spiderman dan Iron Man.

Sayangnya, untuk ketiga kalinya saya melewatkan seperti apa yang dititipkan Ryan kali ini. Padahal, dia penasaran banget pengen tau ada adegan apa. Soalnya, kata temannya yang nonton sampai film ini mentok banget, ada adegan tambahan. Bisa gak tidur dia pasti malam ini hehehe. Sebenarnya tadi kans saya menonton sampai mentok cukup terbuka lebar. Tapi, petugas kebersihannya bikin salting. Akhirnya pas detik-detik ending title-nya habis, saya putuskan keluar bioskop. Ternyata, pas melangkah di luar, saya mendengar music theme yang agak mencurigakan. Pengen balik lagi ke dalam, takut petugasnya jutek. Jadi ya sudah, cukup dibuat penasaran aja deh.

Jadi, begitulah saudara-saudara, petulangan kecil saya hari ini. Kalo ada yang menonton film ini sampai mentok banget di credit tittle-nya, tolong dong kasih tau bocoran adegan tambahannya. Itu juga kalo ada sih. Mau nunggu DVD-nya pasti lama betol. Kalo yang bajakan sih, udah pasti gak terjamin. Secara film baru dirilis bareng di seluruh dunia.

 

Foto: Canmag.com

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s