[Wawancara Imajiner] Agnes Monikew: Gembel Harus Tampil Trendy

alien-011.jpg

Sebagai seorang artis muda, cantik, berbakat, dan narsis, sepertinya tidak ada mahkluk di jagad planet miring yg tidak mengenal nama Agnes Monikew. Berbagai jenis sinetron, atraksi sulap dan debus telah dia lakoni. Di sela-sela syuting sinetron “Jelitrung” terbarunya yg sedang diputar di salah satu stasiun televisi, kepada penulis Agnes memaparkan sedikit perjalanan karir, cinta, dan tentu saja sinetron terbarunya. Berikut hasil wawancaranya :

Agnes, bisa gak kamu ceritakan di sinetron “Jelitrung” kamu berperan sebagai apa?

Seperti biasa. Aku memerankan tokoh perempuan muda, cantik, seksi, namun nasibnya naas. Dalam sinetron ini aku berperan sebagai Jelitrong, seorang gembel muda namun cantik dan seksi. Pokoknya di sinetron ini tampilan gembel benar-benar beda, sangat Agnes banget gitu loh…

Maksudnya?

Begini, Say (sambil mendekat ke wajah saya dengan tangan kanannya mengusap-ngusap paha kiri saya, glek…). Selama ini kan gembel itu diidentikan wajahnya cemong, dekil, dan bau. Nah, di sinetron ini aku ingin menampilkan sosok gembel yg berbeda. Meski rumah rumbeng, tapi dari penampilan harus tetap cantik dan terawat. Misalnya, untuk tata-rambut aku warnai rambut dengan warna merah. Biar terkesan segar, setiap episodenya saya rubah dikit tone warnanya, misalnya merah agak keunguan, merah kekuningan, dan merah-kemerahan. Lipstik yg aku gunakan juga pinky, begitupula dengan pemerah pipi jangan sampai terlewatkan. Tadinya aku sangat pengen tampil punker, tapi enggak boleh sama sutradaranya. Katanya, aku malah kayak pelacur kalo dengan dandangan seperti itu.

Tapi, dengan tampilan kamu yang demikian glamour itu apa sesuai dengan realita?

Ya ampyun, Say (kali ini tangan Agnes mulai meremas dengan penuh gemas). Kan sudah aku bilang, kemasan gembel di sinetron ini Agnes banget! Aku tuh paling malas kalo tampil jelek di setiap sinetronku. Kamu tau dong, aku ini kan perfeksionis banget. Bahkan kalo pengen ngupil saja, aku ngumpet-ngumpet. Jaim gitu, Bo! Untuk urusan ini pokoknya cuma aku dan Tuhan yang tahu. Masalah realita, what ever lah. Yang penting justru aku di sinetron ini ingin memberikan image yang baik buat para gembel-gembel. Jadi mereka harus tampil cantik, segar, menggoda, dan seksi, biar bisa menaklukan setiap pria. Kalo bisa ya pria yang kaya raya gitu, jangan cuma tukang parkir, timer terminal, atau polisi cepek. Gembel harus berubah! Harus cantik biar hidupnya bisa berubah. Biar sekolah gak tinggi, tapi kalo kita mengandalkan fisik kita yang cantik dan seksi, cita-cita apa pun bisa tercapai. Pengen jadi Bu Dokter ya kawin sama Dokter. Gitu ibaratnya.

Kamu kan di sinetron ini dipasangkan dengan Dirloy yg sempat digosipkan deket sama kamu, gimana tuh rasanya?

Yah, sebenarnya sih aku kasihan ya sama dia, capek2 ikut kontes Idiot Idol, toh akhirnya terjerumus di lembah sinetron yg kacrut ini. Mending dia awalnya gak usah ikutan Idol2an deh. Mending ikut kontes lawak atau apa kan lebih relevan gitu. Tapi di sinetron ini aktingnya dungu banget. Kamu pasti bisa melihat kalo sebenarnya dia gak berbakat di jagad akting. Tapi berkat dukungan aku, wah…dia jadi terasah kemampuannya.

Benar gak sih kamu deket sama dia? Bukannya dia tidak termasuk kriteria cowok idaman yang sempat kamu gembar-gemborkan : lebih kaya dan pinter dari kamu.

Aku pernah bilang gitu ya? (Pura-pura lupa). Ya untuk masalah ini aku no comment ya. Menurutku sih, aku dekat sama dia juga untung2an. Kalo kekayaan dan kepintarannya bertambah dalam 2 tahun, ya aku resmikan hubungan ini. Tapi kalo enggak, ya cari cowok lain lah yang sesuai kriteria aku. Siapa sih yang mau miskin. Gini hari getho loh…

Nah, sekarang rencana kamu apa nih dalam hal karier?

Aku ingin go internasional. Kali ini beneran lho, gak bohongan. Pokoknya selain go internasional aku juga pengen berkarir di planet lain. Sudah ada beberapa label rekaman yg siap merekam karya aku dan mengorbitkan aku biar sekelas Madonni. Kalo yang kemaren2 aku tidak jadi mengeluarkan album internasionalku karena aku belum bisa meninggalkan kebiasanku makan semur jengkol dan lalap pete. Jadi meski aku fasih bahasa asing tetep aja malu-maluin kalo mulutnya bau. Nah, atas rekomendasi tim manajemenku aku dianjurkan masuk rehabilitasi untuk mengatasi ketergantunganku ini. Pokoknya aku mau ngetop di seluruh jagad raya. Doa kan ya, Say…(Agnes menutup sesi ini dengan kecupan di pipi kiri).

Foto : oave.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s