Month: April 2008

Disiarkan Secara Langsung di Indosiar, Ada ‘Kont*l’ di Acara Stardut

8vc5bigh

Beberapa bulan belakang ini ada kebiasaan baru pada diri saya. Jika biasanya pada malam hari saya kerap ‘mengejek’ tayangan sinetron yang ibu saya tonton, kali ini justru saya sangat ‘akur’ berbagi ruang televisi untuk acara yang sama. Yang pasti bukan untuk menonton sinetron, tetapi program Mamamia di Indosiar. (more…)

UU ITE Bikin Parno? Ini Cara Mengunjungi Situs yang Diblokir

Memasuki masa rilisnya yg ke minggu pertama, UU ITE sudah makan korban. Yups, setidaknya 7 situs telah diblog beberapa ISP seperti myspace, youtube, multiply, liveleak, rapidshare, dan lainnya yg diduga pemerintah menjadi penyalur fim Fitna yg menghebohkan itu.

Membabi butanya kebijakan pemerintah itu tentunya mengesalkan pihak yg mengakrabi situs-situs tersebut, seperti halnya saya yang setahun belakangan ini sering memburu beberapa videoklip band-band ljadul yang tak saya lihat sebelumnya di televisi. Sementara myspace digunakan untuk kepentingan promosi band saya, selain friendster dan beberapa milis. Malah situs-situs itu berkontribusi besar terhadap order atau job tampil band saya di beberapa pentas.

Nah, dengan diblokirnya myspace tentu menyulitkan saya untuk memberitahukan jadwal penampilan terdekat band saya. Padahal setidaknya ada 2 pentas yang cukup besar untuk band indie sekelas band saya di bulan ini. Untungnya, seorang teman memberi tahu saya kalo sebenarnya kita masih bisa membuka situs-situs yang diblokir tersebut lewat htpp://www.netunlocker.com. Tetapi bagaimana bagi orang yg tidak tahu situs ini?

Selain itu, UU ITE juga membuat saya parno untuk mengisi konten blog ini. Salah seorang teman saya yg blogger aktif  memperingatkan saya untuk tidak memposting muatan yang menyinggung orang lain. Menurutnya ada beberapa posting yang ada di blog ini menyinggung orang lain. Di antaranya postingan dalam kategori “wawancara imajiner”.

Padahal tadinya kategori ini saya maksudkan sebagai ajang kritisi saya terhadap berbagai fenomena yang ada di negeri ini bukan menyinggung karakter orang secara frontal. Tidak perlu dalam muatan bahasa politik yang berat, toh “wawancara” ini dimaksudkan sebagai sentilan. B

Sayangnya, baru dua tulisan yang saya posting, eh ternyata diperingatkan oleh teman. Jujur aja, saya ketakutan. Secara 1 miliar denda lho ganjarannya. Kerja seumur hidup juga belum tentu saya bisa menghasilkan uang segitu banyaknya. Ya sudah terpaksa hasil “wawancara” saya dengan dua tokoh di planet ini sementara saya proteksi agar tidak bisa dibuka oleh setiap orang.  Cari aman dulu lah. Toh saya yakin UU ITE hanya pasal karet yang nanti bakal berakhir seperti peraturan-peraturan lainnya, seperti larangan merokok di tempat umum dan penggunaan lampu sorot untuk kendaraan bermotor di siang hari. Kalo pun UU ITE “serius”, waduh sepertinya ini langkah terbaru pembredelan atas kebebasan berekspresi. Order baru bangkit? Wallahualam….

Jenifer: Cinta Buta Polisi dan Gadis Monster

masters_of_horror_jennifer

Membuat film horror bermutu tidak perlu durasi yg panjang, budget besar, dan judul yang bombastis. Setidaknya Dario Argento membuktikan hal ini dlm film tv-nya yg berjudul Jenifer. Master film horror asal Italia ini membuktikan, dengan durasi 58 menit di pemutar DVD player, Jenifer tetap pantas disejajarkan film horror berbudget besar. (more…)

[Wawancara Imajiner] Agnes Monikew: Gembel Harus Tampil Trendy

alien-011.jpg

Sebagai seorang artis muda, cantik, berbakat, dan narsis, sepertinya tidak ada mahkluk di jagad planet miring yg tidak mengenal nama Agnes Monikew. Berbagai jenis sinetron, atraksi sulap dan debus telah dia lakoni. Di sela-sela syuting sinetron “Jelitrung” terbarunya yg sedang diputar di salah satu stasiun televisi, kepada penulis Agnes memaparkan sedikit perjalanan karir, cinta, dan tentu saja sinetron terbarunya. Berikut hasil wawancaranya : (more…)