Pengguna Friendster Bukan Blogger?

friendster

Meskipun sejak lama Friendster (FS) memiliki fasilitas blog untuk para membernya, tetapi saja eksistensi social network paling populer ini tetap dipandang sebelah mata oleh beberapa komunitas social network lainnya. Sebut saja blogger, yang kian hari jumlah populasinya terus bertambah.

Sekitar 3 tahun lalu, saya memutuskan menjadi ‘warga negara’ FS karena adanya rasa penasaran saya terhadap beberapa materi obrolan teman yang menyelipkan fasilitas FS, seperti “Udah add gue belum?”, “Testi gue dibalas dong”, atau juga “Gue udah upload foto baru, nanti lo liat aja FS gue”.

Waktu itu, saya merasa sangat kecil sekali tidak mengetahui apa maksud obrolan mereka. Makanya saya mencoba cari-cari tahu mengenai FS tanpa bertanya kepada teman. Maklum, saya takut dibilang ketinggalan jaman.

Nah, saya baru tahu tampilan FS begitu seorang teman satu kantor log-in di samping computer yang saya gunakan. Diam-diam saya mulai mengunjungi FS dan menelaah lebih jauh ‘jeroan’ dan fiturnya. Akhirnya, jadilah friendster.com/chandrangehe sebagai domain saya di situs gaul ini.

Begitu saya berhadapan dengan computer yang memiliki jaringan internet, FS tidak pernah lepas dari daftar utama situs wajib yang saya kunjungi. Lewat FS selain selain mendapatkan teman-teman dan jaringan baru, beberapa teman lama pun akhirnya dapat bersua.

Sekarang, ditengah maraknya populasi manusia di dunia maya, popularitas FS mulai menuai tandingan. Sebut saja MySpace yang katanya berhasil membuat penghuni FS beralih karena fitur2nya lebih masa kini dan ‘dewasa’. Maklum, meski terbilang bukan pelopor situs gaul, FS dianggap ketinggalan jaman dan hanya diperuntukan bagi para narsis. Termasuk saya?

Nah, sekarang pun beberapa komunitas dunia maya yang terbentuk seolah sebagai antitesi dari FS. Sebuah saja komunitas blogger. Meskipun FS memiliki fasilitas blog, tetap saja beberapa blogger yang memiliki domain di luar FS enggan mengintip blog yang ada di FS.

Memang sejauh ini saya harus akui, kebanyakan orang bergabung di FS hanya terkonsentrasi kepada aktivitas ‘memperbanyak jumlah teman’, sementara beberapa fitur lainnya, seperti blog terabaikan. Contohnya, dari sekitar 200an teman saya yang ada di FS, hanya ada kurang dari 20 orang yang memanfaatkan blog. Nah, kebanyakan mereka malah memiliki jumlah ‘teman’ yang luar biasa banyak, bahkan ada yang memiliki sampai 5 account karena limit kuota jumlah teman.

Blog saya sendiri pun tampaknya kurang mendapatkan sambutan dari jumlah teman yang ada. Setiap posting, paling tidak lebih dari 5 orang yang memberi komentar atas blog yang saya. Entahlah, apa karena mereka para Friendsterist tidak peduli dengan blog saya atau memang karena blog saya tidak menarik dari sisi konten.

Kemudian, dicap sebagai situs para narsis, tampaknya menimbulkan sikap antipati terhadap FS. Sekarang saja beberapa kali saya melihat di kaca mobil, maupun body motor, ada stiker bertuliskan “Anti Friendster”. Beberapa teman pun, tampaknya setuju dengan ‘gerakan’ tersebut. Mereka menganggap FS sebagai tempat ajang basa-basi yang tidak bermutu.

Nah, sebagai orang yang kebetulan memiliki hobi menulis, saya terkadang posting blog yang ada di FS, meski tidak rutin. Segmentasi bahasa pun saya sesuaikan dengan image FS. Jadi bahasa yang terjabar tidak baku dan malah jauh dari kesan bahwa si pemiliknya ada seorang jurnalis.

Semakin saya mengenal eksistensi para blogger, semakin saya menyadari bahwa FS memang dianggap bukan bagian dari komunitas mereka. FS dianggap child’s play dan jauh dari kesan intelek.

Akhirnya, entah karena termakan anggapan buruk tentang FS, saya akhirnya memutuskan memigrasikan diri ke domain blogger yang sesungguhnya, seperti yang ada sekarang ini. Bukan karena apa, saya lakukan ini karena saya memang ini bersua dengan teman-teman saya yang kebetulan dari mereka adalah para blogger yang lebih peduli pada harfiah sebuah jurnal dibandingkan ‘memperbanyak teman’. Kebanyakan dari mereka memang tidak memiliki blog dengan domain FS. Maka demi membangun hubungan dengan mereka di dunia maya, sudah sepatutnya saya memiliki account blog di luar FS.

Jadi ini bisa jadi tulisan perdana saya di blogsphere yang ‘sesungguhnya’, setelah sekian lama berasyik diri dengan FS. Memang disini terdapat beberapa tulisan saya yang pernah saya posting di blog FS dan telah saya edit, biar terkesan bukan anak baru banget hehehe…

Tapi benarkah anggapan ‘Friendsterist is not a Blogger’ sebuah realita? Entahlah, meskipun seberapa jeleknya orang menganggap FS, tetapi setidaknya FS telah mempertemukan saya dengan orang-orang baru yang menyenangkan dan juga teman-teman lama yang sebelumnya tidak saya ketahui kemana rimbanya. Meskipun saya memiliki blog ini, tetapi saya enggan beralih dan menutup account FS saya. Karena bagaimana pun juga banyak yg bisa saya dapatkan dari situs gaul ini.

2 comments

  1. Welcome to the jungle of wordpress 🙂

    Wohooo..tulisannya panjang kali lebar kali tinggi. Hehehe. Kebiasaan menumpahkan tulisan panjang di telematika dibawa kesini, gak papa, bagus juga walaupun menurut saya dari sisi pembaca akan bosan membaca atau malah pusing. Karena secara psikologis, kebanyakan orng membaca di internet, apakah itu media online resmi ataupun blog, ingin serba cepat. Itulah mengapa detik atau yang lain kalau bikin berita pendek pendek.
    Beberapa blogger membuat artikel berseri untuk tulisan yang mungkin akan panjang atau dipecah menjadi beberapa artikel dari pengembangan ide artikel yang panjang.

    Mengapa blog di fs kurng populer? Selain menurut beberpa orang fs sebagai ajang narsis yg remaja banget, mungkin juga segmentasi dari pemiliknya yg membuatnya seperti itu. Blog hanyalah value added service untuk sekedar ada, tapi tidak dioptimalkan kesitu.
    Berbeda dengan wordpress atau blogspot yang memang blog banget. Social networking bukan karena add aku yg hanya sekedar add, banyak2an jumlah teman yang kadang tidak dikenal. Di wp ata blogsopt social networking berjalan alami dan lebih memiliki hubungan yang kuat. Caranya ya dengan blogwalking, rajin baca2 blog tetangga, salam kenal dan memberikan komentar atau opini pada pemikiran yg dituangkan lewat artikel. Beda dengan fs yang memberikan fitur testimoni, isinya hanya pujian2 gak mutu, yang menurut umar bin khatab, pujian hanya pas ditempatkan di tempat sampah. Hehhehe.
    Semakin banyak blog yang dikunjungi, semakin besar kemungkinan blog akan dikenal orang lain walaupun terkadang tulisannya sampah sekalipun. Hehehhe. Lebih bagus lagi kalau ngeblog yang fokus pada tema tertentu.

    Btw, ini sepertinya merupakan komentar terpanjang yang pernah kuberikan. Hehehe. Oiya, lupa belum ngejunk. Pertamaxxx!!. . .:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s